Hubungan Hutang dan Kapasitas Bisnis

Penyakit Optimis akibat Hutang

Banyak diantara kita pebisnis yang biasanya akan meminjam hutang dari bank terjangkit penyakit “optimis” akibat hutang , Sangat optimis akan ada uang di masa yang akan datang , optimis bahwa akanbisa menyelesaikan semua tagihan tagihan dan janji janji kepada pihak ketiga akan di tunai kan tepat pada waktu nya .

Pengalaman saya bahkan setan menggoda kita dengan kata “tuhan pasti memberikan rezeki ke setiap hambanya , pasti bisa bayar hutang “

Apakah kenyataan itu akan terjadi ? betulkah keadaan nya akan seperti yang anda harapkan ?Perkiraan itu hanya di atas kertas semata , pada praktek kenyataan nya bisa jauh berbeda dengan rencana anda

Optimis harus lah menjadi sifat yang di perlukan dalam mengembangkan usaha , namun optimis karena hutang itu hal yang mencelakai diri sendiri . Sering ber andai andai tergesa gesa mencapai kesuksesan di atas kaki yang rapuh .

Orang yang mendapat pinjaman dari Bank biasa nya mereka merasa bangga bahwa dirinya bonafide karena di percaya oleh bank ,mungkin benar dalam level tertentu .Secara umum bank akan memberikan utang bagi pengusaha yang bisnis nya beranjak naik ,dan terbukti menghasilkan uang .

Tidak ada ceritanya bank akan memberikan hutang kepada pengusaha yang bermodalkan semangat dan proposal bisnis , bank tidak akan mempercayainya , Betul apa benar ?

Bank yang akan Melihat rekam jejak cah flow bisnis anda , bank akan menawari anda pinjaman ketika anda memiliki cash in yang bagus . Ketika anda tertarik menerima tawaran tersebut maka akan meminta syarat “Jaminan” yang berbentuk asset fisik yang akan di “sekolahin” di bank.

Kenapa bank meminta jaminan ? bukan kah jika percaya dengan anda, percaya dengan kemampuan anda , tidak di perlukan lagi jaminan ?

Dengan jaminan tersebut berarti si pemberi utang tidak percaya kepada anda , bank tisak percaya pada kemampuan anda selama ini usaha anda akan terus bertahan , bank tidak percaya pada masa depan anda , kendati selama ini anda menghasilkan arus kas yang positif.

Jaminan yang di minta Bank pun sama atau lebih besar jumlah nya di bandingkan dengan besar pinjaman anda . Dengan isyarat jaminan yang lebih besarapakah itu artinya anda dipercaya oleh bank ?

Mengapa jaminan ke bank nilai nya lebih besar di bandingkan dengan pinjaman anda ?

Tidak usah berhutang pun bisa sukses jika kita menaati perintah Allah Swt , Allah Swt Ridha maka akan diberikan dunia kepada anda .

Rasulullah pun sudah menasehati ummat nya untuk tidak berhutang karena dapat mendatangkan kehinaan dan dosa yang besar , bahkan Nabi Saw tidak mau menyolat kan orang yang punya hutang .

Sumber : Masyarakat Tanpa Riba

Leave a Reply

%d bloggers like this: